Postingan

PHOTO DOKUMENTASI JAGA RAKSA GUNUNG LAYANG BERSAMA POKDARWIS GUNUNG LAYANG

Gambar
    gugusan pegunungan subang dilihat dari gunung layang     gunung layang dilihat dari lembah     panorama puncak gunung layang              jalan akses ke puncak gunung layang                jalan utama gunung layang               Aneka ragam hayati gunung layang             tanaman perdu gunung layang        kegiatan konservasi gunung layang                penyemaian kayu tahunan dan tanaman buah-buahan untuk penyediaan makanan primata                gunung layang     primata fascicularis macaca penghunI gunung layang    primata Presbitis Comate penghuni gunung layang                                 penjaga gunung layang...

KONDISI BIOFISIK GUNUNG LAYANG

  Oleh : Mbah Sentul   Gunung Layang adalah Kawasan hutan lindung seluas 9 Hektar berupa wana wisata dan situs cagar budaya, yang terletak pada kodinat ; 32 °,30',87" Lintang Selatan dan ; 12 °,27',28" Bujur Timur dengan ketinggian 426 Meter dari permukaan laut. Secara topografi berupa bukit dengan tebing landai kemiringan 28° ke arah Selatan dan tebing curam dengan kedalaman 147 meter serta memiliki kemiringan 84° ke arah Utara menghadap ke lembah Ranca Senggang, Sungai Cijolang dan Gugusan Pegunungan Subang.   Hutan lindung tersebut ditumbuhi aneka ragam hayati, mulai dari kayu-kayu tahunan khas hutan tropis Pulau Jawa, tumbuhan perdu berupa semak belukar dan tanaman merambat seperti Rotan, Rayutan sampai dengan Kahitutan. Hutan tersebut dihuni primata liar berupa Kera Lokal ( fascicularis Macaca)   dengan populasi kurang lebih 250 ekor dan beberapa ekor Surili (Presbytis comate)   namun sayang primata Surili ini sangat jarang menampakan diri karena p...

SEJARAH SITUS WANA WISATA DAN CAGAR BUDAYA GUNUNG LAYANG

SITUS CAGAR BUDAYA GUNUNG LAYANG PENGGALAN SEJARAH KERAJAAN GALUH SEBAGAI WILAYAH ADMINISTRATIF KEKUASAAN KERAJAAN MATARAM Disadur oleh ; Mbah Sentul   Galuh pertama kali jatuh kedalam kekuasaan Mataram pada masa pemerintahan Prabu Sanghyang Cipta ketika Mataram diperintah oleh Sutawijaya yang berkuasa dari tahun (1586 -1601) dibawah wilayah administrasi Kesultanan Cirebon, hal ini berdasarkan kekerabatan antara penguasa Cirebon dengan penguasa Mataram.   Setelah Pabu Sangyang Cipta meninggal penguasa Galuh diteruskan oleh putranya yang bernama Ujang Ngekel yang bergelar Prabu Galuh Cipta Premana (1610-1618) yang berkedudukan di Garatengah. Prabu Galuh Cipta Premana merupakan penguasa Galuh pertama yang memeluk Agama Islam setelah menikah dengan penguasa Kawali keturunan Cirebon yang bernama Ni Mas Tanduran Di Anjung, sehingga hubungan Galuh-Cirebon-Mataram berjalan dengan baik.   Pengaruh Mataram di Galuh mulai menonjol pada masa pemerintahan Galuh oleh A...